Penguatan Program Internasionalisasi dan Kemitraan Pendidikan Tinggi ala Kampus Luar Negeri

SURABAYA – Sesi diskusi paralel, rangkaian Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 menjadi salah satu sesi yang paling mencuri perhatian. Sesi ini membahas berbagai tema krusial salah satunya tentang “Internasionalisasi dan Kemitraan Pendidikan Tinggi.”
Sesi ini menghadirkan tiga narasumber dari perguruan tinggi luar negeri yang kini telah membuka kampus cabang di Indonesia. Ketiganya menampilkan model internasionalisasi yang menekankan kolaborasi global, penguatan ekosistem riset, serta pengembangan talenta di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Salah satu perwakilan dari Western Sydney University (WSU) Indonesia, Era memaparkan bagaimana kampus cabang yang berlokasi di Pakuwon Towers Surabaya itu menjalankan mandat pendidikan internasional sejak resmi beroperasi pada 2024.
Sejak 2024 WSU Indonesia mendeliver beberapa program seperti university open day, innovation challenge competition, knowledge exchange, start-up meet up, student excursions, dan industry talk/networking.
Program-program tersebut dirancang untuk menghubungkan mahasiswa dengan industri, khususnya sektor yang membutuhkan tenaga ahli di bidang STEM dan bisnis. Ia juga menambahkan bahwa WSU Indonesia juga aktif menghadirkan aktivitas pertukaran budaya bagi mahasiswa mancanegara.
“Kami seringkali mengadakan exchange bagi mahasiswa internasional ke kampus kami untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing lewat kolaborasi dengan teman dari kampus lain,” ujarnya.

Dalam presentasinya, ia turut memperkenalkan portofolio akademik WSU Indonesia yang mencakup enam program sarjana mulai dari Business Applied Finance, Business Analytics, Computer Science, Cyber Security, Data Science, hingga Information and Communications Technology serta tiga program pascasarjana, yakni MBA, Master of Data Engineering, dan Master of Information and Communications Technology.
Sementara itu, Simon Tanner dari King’s College London – Singhasari menyampaikan paparan terkait international best practices dalam kemitraan global. Ia menyoroti pentingnya tata kelola kerja sama yang transparan, relevansi kurikulum global, serta mekanisme knowledge transfer yang memungkinkan institusi lokal meningkatkan kapasitas akademik dan risetnya.
Paparan Tanner menjadi rujukan bagi peserta KPPTI dalam merumuskan strategi kolaborasi internasional yang berkelanjutan.
Dari Bandung, hadir pula perwakilan Deakin University dan Lancaster University Indonesia, dua kampus luar negeri yang membuka pusat operasi baru di Indonesia sebagai bagian dari ekspansi pendidikan global. Kerja sama Deakin dan Lancaster difokuskan pada pengembangan pengajaran, penelitian, dan engagement bermutu tinggi.
Dalam sesi tersebut, dipaparkan lima program ganda (dual undergraduate degrees) yang ditawarkan, yakni Bachelor of Computer Science + BSc Hons Computer Science, Bachelor of Cyber Security + BSc Hons Computer Science, Bachelor of Business Analytics + BSc Hons Business Analytics, Bachelor of Commerce + BSc Hons Business Management, dan Bachelor of Commerce + BSc Hons Accounting & Finance.
Hadirnya kampus-kampus luar negeri ini menjadi cerminan meningkatnya minat institusi global untuk menjalin kemitraan strategis di Indonesia. (Tim Humas KPPTI 2025)